KEBERSAMAAN DALAM BENTUK GOTONG ROYONG

Dok Pribadi kerja bakti.
Dok Pribadi kerja bakti.

Cayur.desa.id Hari minggu atau libur, di berbagai tempat sering dilaksanakan kerja bakti. Kerja bakti dapat berupa membersihkan lingkungan, melancarkan aliran selokan atau got, merapikan tanaman, membetulkan penerangan jalan, atau membangun fasilitas publik tertentu. Hal ini sangat positif, lingkungan menjadi bersih, sehat dan terang.

Kerja bakti adalah salah satu wujud kehidupan bertetangga. Ini dilakukan oleh lingkungan tetangga tertentu, misalnya RT atau RW. Banyak kemuliaan diperoleh dari kehidupan bertetangga, termasuk melalui kerja bakti ini.

Di lingkungan perkotaan atau perumahan, kerja bakti bagi sebagian orang mungkin hal biasa. Ini yang membuat mereka tidak tertarik datang, atau berpikir kurang memberi manfaat. Itu sebabnya mereka itu berpikir mungkin ada hal lain yang lebih bermanfaat, misalnya mengisi waktu dengan membaca, olahraga, nonton TV, berlibur atau acara keluarga.

Berbeda dengan kerja bakti di lingkungan kampung atau desa. Ada motivasi lain untuk mengikuti kerja bakti. Motivasi itu karena murni ingin membantu lingkungan, atau untuk kegotongroyongan dan manfaat sosial.

Ada Beberapa Sisi Positif Kerja Bakti

1.Silaturahmi. Mungkin saja antar tetangga tidak tersedia waktu cukup untuk bertemu. Kesibukan kerja membuat silaturahmi tidak berjalan. Dengan kerja bakti, mereka jadi saling bertemu dan mengetahui kabar masing-masing. Mengobrol tentang sekolah anak, pekerjaan, atau tentang rencana atau ide ke depan terkait lingkungan.

Justru mengobrol dan silaturahmi ini sering lebih ramai dan menghibur, sambil memberi semangat untuk bekerja bakti. Sering ada saja yang melontarkan candaan untuk membuat suasana segar. Hal ini menciptakan rasa saling mengenal, kebersamaan dan kegotongroyongan.

 

2.Refreshing. Kesibukan kerja membuat kehidupan seseorang monoton ngurusi kantor atau lingkungan kerja. Kerja bakti adalah suasana santai, tanpa target, tanpa tuntutan tertentu. Ini adalah kehidupan sosial yang lain, benar-benar untuk mewujudkan kehidupan bertetangga. Kerja bakti perlu diberikan prioritas, agar orang memiliki variasi lingkungan.

Kerja bakti… nikmati saja, nggak usah dipikir. Segera keluar rumah, pakai baju rumah sederhana dan topi, bawa sapu atau sabit. Mau pakai sarung juga boleh, temui orang-orang sambil tersenyum. Nikmati saja.

Ini refreshing yang murah meriah. Pikiran akan menjadi sehat, karena melepaskan dari berbagai kehidupan rutin, atau tekanan kehidupan. Oh ya jangan lupa bawa gadget. Boleh berfoto sambil bekerja bakti. Kemudian upload di grup medsos warga RT, pasti anggota grup pada heboh. Ini pasti akan membuat lucu dan refresh.

3.Olahraga. Kerja bakti juga membuat badan berkeringat. Ada kombinasi gerakan fisik, berjalan, mengangkat, mengayun, naik, turun, atau menahan. Memang melelahkan, tetapi bagi saya ini sangat memuaskan untuk membakar kalori seperti olahraga. Pekerjaan ini selama dua hingga tiga jam bisa membakar kalori hingga 500 kalori.

Setiap orang perlu mencoba hal ini, sesuai dengan kemampuan tanpa harus memaksa diri. Umumnya warga memilih kegiatan memangkas tanaman, membersihkan, atau sekedar mengangkat tangga. Bila memang tidak mampu, tidak kompeten atau tidak kuat, warga dapat berunding untuk diselesaikan oleh tukang atau orang profesional.

 

4.Menyumbang alat atau konsumsi. Di pemukiman tempat saya, kerja bakti di umumkan melalui pegeras suara. Dalam pengumuman disebutkan warga dipersilakan membawa alat bekerja seperti parang, cangkul, sabit atau lainnya. Sedang yang berhalangan hadir dapat berpartisipasi menyumbang minuman atau makanan.

Di sinilah antusias warga nampak. Karena ada warga yang berprofesi sebagai petani, maka semua alat pertanian tersedia, mulai dari cangkul, parang, ztzu alat lainnya. Untuk warga yang menyumbang konsumsi juga jumlahnya berlebih, mulai nasi kuning, buah, kue atau minuman.

Pemberdayaan Kerja Bakti

Kerja bakti adalah salah satu bentuk dari kehidupan bertetangga. Kepedulian seseorang dalam kerja bakti demikian terlihat jelas dalam uraian di atas. Ada kebersamaan, silaturahmi, berbagi, berkontribusi yang berorientasi sosial. Juga yang pasti adalah manfaat kebersihan lingkungan, selain manfaat yang diperoleh secara individual.

Manfaat sosial lainnya adalah untuk meningkatkan kewaspadaan sosial bertetangga. Silaturahmi dalam kerja bakti dapat memonitor seseorang, misalnya sedang keluar kota, berhalangan atau sakit. Dengan demikian warga dapat mengkondisikan, memberi bantuan atau pertolongan.

Khususnya di lingkungan kota, dengan kehidupan modern yang makin individual, tidak jarang ada saja rumah tangga yang tidak mau berinteraksi.

Manfaat positif kerja bakti perlu diberdayakan. Kiranya hal ini dapat diagendakan secara terstruktur oleh Dusun, RW, RT,DKM. Yang lebih penting adalah inisiatif warga, karena mereka paling mengenal kondisi lingkungan dan antisipasi permasalahannya. Agenda dapat disesuaikan dengan budaya dan kehidupan setempat (admin)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan